TAPANULI UTARA, BumiSentra.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut 116 orang meninggal dan 42 masih hilang, Jumat (28/11/2025).
“Data ini masih bisa bertambah karena ada titik longsoran yang belum bisa ditembus,” ujarnya, Tito Kepala BNPB didampingi Kapolda Sumut dan Deputi Penanganan Darurat.
BNPB menyatakan hujan ekstrem sejak 25 November 2025 terjadi akibat siklon Senyar dan Koto, dua fenomena cuaca langka. BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Cuaca kini mulai stabil.
Korban meninggal tercatat:
Taput Utara 11, Taput Tengah 47, Taput Selatan 32, Sibolga 17, Humbahas 6, Padangsidimpuan 1, Pakpak Bharat 2, Mandailing Natal 0.
Jumlah pengungsi: Taput Utara 600 KK, Taput Tengah 1.100 KK, Taput Selatan 250 KK, Sibolga 200 KK, Humbahas 150 KK, Mandailing Natal ±1.500 KK.
BNPB membuka akses jalan, mencari korban hilang, dan menyalurkan bantuan.
“Kami akan terus memperbarui data setiap perkembangan,” tegas Letjen TNI Suharyanto.
Sumber: video resmi YouTube BNPB Indonesia.
