MEDAN, BumiSentra.com – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan kesepakatan penanganan pengungsi di Aceh Tamiang. Komitmen ini diwujudkan melalui pengawasan langsung agar seluruh proses berjalan sesuai rencana dan memberi kepastian bagi masyarakat terdampak.
Penegasan tersebut disampaikan Pressmas Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers di Medan, Rabu (1/1/2026). Ia menyatakan bahwa pemerintah memilih turun langsung ke lapangan agar kebijakan benar-benar berjalan, bukan sekadar tertulis di atas kertas.
Pemerintah Turun Langsung ke Lapangan
Menurut Prasetyo, kunjungan lapangan menjadi langkah strategis dalam pengawasan kebijakan. Melalui kehadiran langsung, pemerintah dapat melihat kondisi riil wilayah yang telah mencapai kesepakatan bersama para pengungsi.
Dengan cara itu, pemerintah memastikan setiap program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, langkah ini bertujuan mencegah munculnya kesalahpahaman antara pemerintah dan warga terdampak.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan kunjungan ke kawasan Papasi Pusatan. Dalam kunjungan tersebut, tim pemerintah berdialog langsung dengan para pengungsi hingga malam hari. Dari dialog itu, pemerintah menghimpun berbagai masukan untuk ditindaklanjuti.
“Hari ini kami kembali hadir di Aceh Tamiang karena daerah ini menunjukkan proses kesepakatan yang cukup baik,” ujar Prasetyo.
Ia menilai komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat di Aceh Tamiang menjadi faktor penting. Pola komunikasi tersebut memudahkan pelaksanaan program secara terukur dan bertahap.
Prasetyo menegaskan bahwa kunjungan ini tidak bersifat seremonial. Tim pemerintah memantau langsung progres pembangunan fasilitas pendukung bagi para pengungsi. Fokus utama diarahkan pada kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan yang telah disepakati.
Selain memantau fisik bangunan, pemerintah juga memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan memberi manfaat nyata bagi para pengungsi.
“Kami ingin memastikan pengungsi mendapatkan kepastian dan benar-benar merasakan hasil dari kesepakatan yang telah dibangun bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Pemerintah mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar setiap tahapan berjalan selaras.
Pendekatan dialog tetap menjadi prioritas dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Melalui musyawarah, pemerintah berharap dapat menghadirkan solusi yang adil dan dapat diterima semua pihak. Pendekatan ini juga dinilai efektif menjaga stabilitas sosial di wilayah terdampak.
Pemerintah Tegaskan Hadir untuk Rakyat
Di akhir keterangannya, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan para pengungsi di tengah proses penanganan. Pemerintah berkomitmen hadir hingga seluruh tahapan selesai dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Itu prinsip kami,” tegasnya.
Melalui pengawasan langsung, kerja sama lintas sektor, serta komunikasi terbuka, pemerintah berharap penanganan pengungsi di Aceh Tamiang berjalan optimal. Pemerintah juga menargetkan pola penanganan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
