YOGYAKARTA, BUMISENTRA.com – Di tengah tantangan pembiayaan pembangunan yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menunjukkan pendekatan berbeda. Melalui strategi pembiayaan daerah atau creative financing, pemerintah daerah mampu menjalankan Program Sekolah Gratis yang kini menjangkau puluhan ribu siswa di sekolah swasta. Jumat (5/6/2026).
Keberhasilan tersebut menarik perhatian pemerintah pusat. Dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menempatkan Provinsi Banten sebagai peraih terbaik kedua kategori Creative Financing tingkat provinsi.
Capaian itu tidak hanya menghadirkan penghargaan bagi Pemprov Banten. Kemendagri juga memberikan insentif fiskal sebesar Rp2 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pembiayaan pembangunan daerah.
Creative Financing Dorong Akses Pendidikan
Bagi masyarakat, istilah creative financing mungkin terdengar teknis. Namun, manfaatnya mulai terlihat melalui sejumlah program yang berjalan di lapangan.
Salah satu contohnya adalah Program Sekolah Gratis yang saat ini mencakup 801 sekolah swasta. Program tersebut melayani sekitar 60.705 siswa SMA, SMK, dan SKh swasta di berbagai daerah di Provinsi Banten.
Melalui program itu, banyak keluarga memperoleh akses pendidikan yang lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah daerah juga memperluas dukungan terhadap pendidikan Madrasah Aliyah.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan anggaran. Lebih dari itu, strategi tersebut berperan dalam membuka akses layanan dasar bagi masyarakat.
Di sisi lain, keberhasilan program pendidikan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah dapat menghasilkan dampak langsung apabila pemerintah mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia.
Pengembangan Potensi Daerah Jadi Fokus Pemprov Banten
Gubernur Banten Andra Soni menilai penghargaan yang diterima Provinsi Banten harus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan berbagai sumber pembiayaan pembangunan.
“Alhamdulillah, malam ini Provinsi Banten mendapat penghargaan Creative Financing. Kami mengucapkan syukur atas apresiasi ini dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencari serta mengembangkan potensi daerah dalam rangka pembiayaan pembangunan,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, daerah harus terus berinovasi agar mampu menjaga keberlanjutan pembangunan. Oleh karena itu, Pemprov Banten berupaya menggali berbagai potensi yang dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Lebih lanjut, Andra menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Pemerintah daerah justru harus menjadikannya sebagai pijakan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami jadikan ini sebagai bagian dari langkah untuk terus maju ke depan mengembangkan potensi daerah,” katanya.
Konsistensi Menjadi Faktor Penentu
Selain inovasi, keberhasilan sebuah program juga bergantung pada konsistensi pelaksanaannya. Banyak kebijakan yang berjalan baik pada tahap awal, namun kehilangan efektivitas ketika implementasinya tidak berkelanjutan.
Karena itu, Andra menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam setiap kebijakan pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah.
“Prinsipnya, bagaimana suatu kebijakan dijalankan secara konsisten untuk hasil yang maksimal,” ujarnya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya lahir dari ide atau program baru. Pemerintah juga perlu menjaga kesinambungan pelaksanaan agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
Kemendagri Dorong Daerah Lebih Inovatif
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa Kemendagri menyelenggarakan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di enam regional Indonesia.
Melalui skema tersebut, Kemendagri ingin membangun kompetisi yang sehat antardaerah. Penilaian dilakukan menggunakan data terbuka, termasuk data Badan Pusat Statistik (BPS).
Selain kategori Creative Financing, Kemendagri juga memberikan penghargaan pada sektor penanganan kemiskinan, stunting, pengangguran, dan inflasi.
Menurut Tito, kategori Creative Financing berfokus pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah melalui berbagai terobosan.
“Untuk creative financing, jadi siapa yang lebih kreatif dalam menangani dan mengelola keuangan terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Tito.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat mendorong kepala daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Acara ini memberikan penghargaan kepada kepala daerah atas kinerjanya. Harapannya timbul iklim kompetisi dan semangat untuk saling bersaing secara sehat,” pungkasnya.
Pengakuan yang diterima Provinsi Banten menunjukkan bahwa inovasi pembiayaan daerah tidak berhenti pada pengelolaan anggaran. Melalui strategi tersebut, pemerintah daerah mampu mengubah potensi fiskal menjadi program nyata yang mendukung pendidikan, memperluas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan daerah.
