LEBAK, BUMISENTRA.com – Suasana duka menyelimuti keluarga besar ArtistikNews setelah wafatnya H. Achmad Lili Rochyanda bin Ating (Alm), kakek tercinta dari Penasehat Hukum ArtistikNews, Resti Komalawati, S.H., M.H., pada Kamis, 11 Juni 2026 di Kabupaten Lebak.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi kabar duka keluarga, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas internal di lingkungan redaksi. Selain itu, momen ini menegaskan kembali pentingnya nilai kebersamaan dalam menghadapi kehilangan.
Di sisi lain, jajaran redaksi dan manajemen ArtistikNews bergerak cepat menyampaikan empati, doa, serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Solidaritas Redaksi Menguat di Tengah Duka
Pascakabar wafatnya almarhum, ruang redaksi ArtistikNews di Lebak menunjukkan suasana yang berbeda dari biasanya. Para jajaran redaksi menunjukkan empati mendalam dan rasa kebersamaan yang kuat.
Selain itu, komunikasi internal berjalan intens untuk memastikan dukungan moral tersampaikan kepada keluarga besar Penasehat Hukum ArtistikNews.
Momentum ini kemudian memperlihatkan bahwa hubungan kerja di lingkungan media tidak hanya sebatas profesionalitas. Namun demikian, hubungan emosional juga tumbuh kuat dalam situasi tertentu, terutama saat menghadapi duka.
Pimpinan Redaksi ArtistikNews, Mukhtar yang akrab disapa Ambon, menegaskan bahwa kehilangan ini membawa dampak emosional bagi seluruh keluarga besar redaksi.
Ia menyampaikan bahwa almarhum meninggalkan kesan mendalam sebagai bagian dari lingkaran keluarga besar yang selama ini terhubung secara emosional dengan redaksi.
“Kami keluarga besar ArtistikNews turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya H. Achmad Lili Rochyanda bin Ating (Alm), kakek tercinta dari Penasehat Hukum ArtistikNews, Ibu Resti Komalawati, S.H., M.H. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Mukhtar.
Kemudian, ia menambahkan bahwa kebersamaan dalam doa menjadi bentuk penghormatan paling tulus yang dapat diberikan redaksi.
Lebih lanjut, momen duka ini memperlihatkan bagaimana hubungan profesional di lingkungan media dapat berkembang menjadi ikatan kemanusiaan yang lebih dalam.
Sementara itu, redaksi ArtistikNews di Lebak tidak hanya menyampaikan belasungkawa secara formal, tetapi juga membangun ruang empati bersama.
Oleh karena itu, doa dan dukungan moral terus mengalir kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama kepada Resti Komalawati, S.H., M.H. yang menjadi bagian penting dalam struktur hukum media.
Doa Bersama sebagai Wujud Penghormatan
Dalam suasana haru tersebut, Pimpinan Redaksi kembali mengajak seluruh jajaran, rekan kerja, dan sahabat almarhum untuk memanjatkan doa bersama.
Dengan demikian, doa menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus penguat bagi keluarga besar yang sedang berduka di Lebak.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, magfirah, dan tempat terbaik bagi almarhum H. Achmad Lili Rochyanda bin Ating (Alm), serta memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tutup Mukhtar.
Selain itu, redaksi menegaskan bahwa doa kolektif menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi kehilangan seperti ini.
Pada akhirnya, peristiwa ini menghadirkan refleksi mendalam tentang nilai kemanusiaan di balik aktivitas jurnalistik. Media tidak hanya bekerja dengan berita, tetapi juga dengan hati dan empati.
Namun demikian, profesionalitas tetap berjalan seiring dengan nilai kekeluargaan yang tumbuh di dalamnya. Oleh karena itu, solidaritas menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara kerja dan kemanusiaan.
Lebih lanjut, suasana duka di Lebak ini memperkuat pesan bahwa setiap individu di lingkungan media memiliki ikatan sosial yang saling menguatkan.
Wafatnya kakek Penasehat Hukum ArtistikNews menjadi kehilangan besar bagi keluarga inti dan keluarga besar redaksi. Namun demikian, duka ini juga memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan ArtistikNews.
Dengan demikian, redaksi berharap seluruh pihak terus mendoakan almarhum dengan penuh keikhlasan. Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan tetap diberi kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.
