Daerah

Jembatan Gantung Desa Sangkanwangi Rusak Bertahun-tahun, Warga Leuwidamar Desak Pemerintah Segera Bertindak

Kondisi jembatan gantung Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, yang rusak parah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari. (Istimewa)
Spread the love

LEBAK, BUMISENTRA.com – Warga Kampung Leuwipesing dan Kampung Bunter, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, kembali menyoroti kondisi jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat. Hingga kini, pemerintah belum memperbaiki jembatan tersebut, meski warga berulang kali menyampaikan keluhan.

Jembatan itu menghubungkan aktivitas pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan berbagai kebutuhan sosial masyarakat. Namun, kondisi fisiknya terus menurun dan memunculkan kekhawatiran di kalangan warga.

Banyak warga menilai kerusakan jembatan sudah memasuki tahap yang membahayakan. Karena itu, mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kondisi Jembatan Memicu Kekhawatiran

Warga menyebut jembatan tersebut sebagai “Jembatan Maut”. Sebutan itu muncul karena kondisi jembatan semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.

Kabel penyangga mulai mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa bagian lantai tampak rapuh dan berlubang. Usia konstruksi yang sudah tua juga menambah kekhawatiran masyarakat saat melintas.

Setiap hari, pelajar, petani, pedagang, dan warga lainnya menggunakan jembatan tersebut. Mereka tetap melintas karena tidak memiliki akses alternatif yang lebih aman.

Di sisi lain, warga menilai kondisi itu tidak sejalan dengan berbagai program pembangunan infrastruktur yang sering disampaikan pemerintah.

Jembatan Jadi Urat Nadi Kehidupan Warga

Tokoh masyarakat setempat, M. Juhri, menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut memiliki peran sangat penting bagi masyarakat Desa Sangkanwangi.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya menggunakan jembatan untuk menyeberang. Mereka juga memanfaatkan akses tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Setiap hari anak-anak sekolah harus melintas di atas jembatan yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Orang tua selalu waswas, warga pun takut, namun sampai hari ini belum terlihat langkah nyata yang menjawab keresahan kami,” ujarnya.

M. Juhri menjelaskan bahwa kerusakan jembatan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika akses terganggu, kegiatan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial ikut terdampak.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak mengabaikan persoalan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.

Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Masyarakat juga mempertanyakan perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten terhadap kebutuhan dasar warga pedesaan.

Menurut mereka, akses penyeberangan yang aman merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian serius.

“Apakah harus menunggu ada korban jatuh hanyut ke sungai terlebih dahulu baru pemerintah mau bergerak? Apakah nyawa rakyat kecil harus menjadi harga yang dibayar demi mendapatkan perhatian?” tegas Juhri dengan nada kecewa.

Pernyataan tersebut menggambarkan kegelisahan warga yang terus meningkat. Mereka khawatir kondisi jembatan semakin memburuk jika pemerintah tidak segera bertindak.

Ketimpangan Pembangunan Jadi Sorotan

Warga menilai kondisi jembatan gantung di Desa Sangkanwangi mencerminkan persoalan pemerataan pembangunan yang masih terjadi di wilayah selatan Kabupaten Lebak.

Saat berbagai proyek infrastruktur berjalan di sejumlah daerah, warga Sangkanwangi masih berjuang memperoleh akses penyeberangan yang aman dan layak.

Selain itu, masyarakat menilai pemerintah perlu memberikan perhatian yang sama terhadap wilayah pedesaan yang bergantung pada infrastruktur dasar.

Oleh karena itu, warga berharap pemerintah menjadikan perbaikan jembatan sebagai prioritas pembangunan.

Masyarakat Minta Langkah Nyata

Masyarakat mendesak Bupati Lebak, DPRD Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Provinsi Banten untuk meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.

Warga berharap para pemangku kebijakan melihat situasi di lapangan dan segera menyusun langkah penanganan yang jelas.

Menurut mereka, pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan. Pemerintah perlu hadir dan melihat langsung risiko yang dihadapi masyarakat setiap hari.

“Jangan tunggu tragedi, jangan tunggu ada korban berjatuhan. Jika pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat, buktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji dan wacana belaka,” tambah M. Juhri.

Hingga saat ini, warga masih menunggu kepastian mengenai rencana perbaikan jembatan gantung tersebut. Mereka berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

(Red)


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page