Daerah

Jembatan Gantung Ambruk di Desa Sangkanwangi Lebak Putus Akses Empat Kampung, Forkopimcam Leuwidamar Bergerak Cepat

Kondisi jembatan gantung ambruk di Desa Sangkanwangi, Leuwidamar, Lebak, membuat mobilitas warga di empat kampung lumpuh total. (Istimewa).
Share

LEBAK, BUMISENTRA.com – Jembatan gantung di Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, ambruk pada Jumat (12/6/2026). Peristiwa ini langsung memutus akses utama warga di empat kampung sekaligus.

Forkopimcam Leuwidamar langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Mereka mengecek kondisi jembatan dan memastikan seluruh aktivitas di jalur tersebut berhenti total.

Akibat kejadian ini, warga di Kampung Daruas, Leuwipesing, Bunter, dan Batang tidak lagi memiliki akses penghubung utama. Mobilitas masyarakat pun lumpuh sejak insiden terjadi.

Jembatan gantung tersebut selama ini menjadi jalur vital masyarakat. Warga menggunakannya untuk sekolah, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan.

Setelah jembatan putus, aktivitas harian langsung terganggu. Anak-anak harus menempuh jalur jauh untuk berangkat sekolah. Kondisi ini membuat waktu tempuh bertambah signifikan.

Selain itu, distribusi barang kebutuhan pokok ikut tersendat. Pedagang kesulitan menjangkau kampung terdampak sehingga aktivitas ekonomi melambat.

Layanan kesehatan juga ikut terdampak. Warga yang membutuhkan pertolongan cepat kini menghadapi hambatan akses yang cukup serius.

Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan dampak langsung dari terputusnya jalur penghubung ini. Mereka menilai jembatan tersebut sebagai infrastruktur paling penting di wilayah tersebut.

Forkopimcam Leuwidamar Tinjau Lokasi dan Ambil Tindakan

Camat Leuwidamar bersama Kapolsek, Danramil, dan perangkat desa turun langsung ke lokasi. Mereka memeriksa kondisi fisik jembatan yang sudah tidak layak digunakan.

Hasil pengecekan menunjukkan kerusakan berat pada struktur utama jembatan. Aparat kemudian melarang warga melintas demi keselamatan.

Selain itu, personel TNI dan Polri ikut mengamankan area sekitar jembatan. Langkah ini mencegah warga mencoba melintas secara berbahaya.

Petugas juga memasang pembatas di sekitar lokasi. Tindakan ini dilakukan agar tidak ada aktivitas di area jembatan yang sudah runtuh.

Camat Leuwidamar, Agung Nugraha, S.KM., M.M., menegaskan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat begitu menerima laporan.

“Kami langsung turun melihat kondisi di lapangan. Ini perhatian serius karena jembatan ini satu-satunya akses utama warga,” ujarnya.

Ia juga memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten sudah berjalan untuk penanganan lanjutan.

Pemerintah desa segera melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Kabupaten Lebak. Mereka meminta penanganan cepat agar akses warga bisa segera pulih.


Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page