Kemenag Apresiasi Pelaksanaan MTQ di Banten
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional Muchlis M. Hanafi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dan seluruh masyarakat atas suksesnya pelaksanaan MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.
Menurutnya, Banten memiliki posisi penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Indonesia. Selain dikenal sebagai daerah religius dengan banyak pesantren, provinsi ini juga melahirkan ulama-ulama besar yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu Al-Quran.
“Banten bukan hanya dikenal sebagai daerah religius dan kaya akan pesantren. Tetapi Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara,” ujarnya.
Muchlis mencontohkan sosok Syekh Nawawi Al-Bantani yang karya-karyanya masih dipelajari di berbagai negara hingga saat ini. Ia juga menilai Banten mempunyai kekayaan berupa tradisi sanad Al-Quran yang tetap terjaga dari generasi ke generasi.
“Dalam tradisi Islam, sanad bukan sekadar rangkaian nama. Sanad adalah penjaga keaslian bacaan Al-Quran sekaligus jembatan spiritual yang menghubungkan generasi hari ini dengan generasi para sahabat Rasulullah SAW,” katanya.
Karena itu, menurutnya, pelaksanaan MTQ di Banten memiliki makna lebih luas dibanding sekadar perlombaan membaca Al-Quran.
“MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad Al-Quran melahirkan pewaris Al-Quran. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” jelasnya.
Hasil Akhir MTQ XXIII Provinsi Banten
Ketua Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten KH. E. Syibli Syarjaya membacakan hasil penetapan juara berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 04/DH/MTQ-XXIII/BTN/Kep./VII/2026.
Kabupaten Tangerang menjadi juara umum dengan nilai 759. Posisi kedua ditempati Kota Tangerang dengan nilai 614, disusul Kabupaten Serang di peringkat ketiga dengan nilai 549. Selanjutnya, Kota Tangerang Selatan berada di posisi keempat dengan nilai 542.
Adapun Kota Cilegon menempati peringkat kelima dengan nilai 199, Kabupaten Lebak di posisi keenam dengan nilai 133, Kota Serang di urutan ketujuh dengan nilai 90, serta Kabupaten Pandeglang berada di peringkat kedelapan dengan nilai 63.
(Red),
Sumber: Pemrov Banten.
