Rapat Koordinasi Sudah Digelar Sebelum Kedatangan
Sebelum kedatangan UAS ke Kutai Barat, pemerintah daerah bersama Forkopimda, tokoh adat, serta unsur masyarakat telah menggelar rapat koordinasi. Pertemuan itu membahas teknis kedatangan sekaligus pengaturan agenda kegiatan selama di wilayah tersebut.
Seluruh pihak pada saat itu menyepakati jalannya acara agar berlangsung tertib dan aman. Namun dinamika di lapangan berubah ketika aksi penolakan tetap muncul di area kedatangan.
“Namun ternyata di lapangan mereka tetap melakukan aksi,” ujar Sukoco.
Untuk mengantisipasi gangguan lebih lanjut, aparat mengerahkan sekitar 500 personel gabungan. Kekuatan pengamanan itu melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur masyarakat.
Mereka menyebar di sejumlah titik strategis, mulai dari jalur kedatangan hingga lokasi kegiatan tabligh akbar. Setiap personel memantau pergerakan rombongan dan kondisi sekitar secara ketat.
Meski insiden sempat terjadi di awal kedatangan, aparat segera mengendalikan situasi dan mengembalikannya ke kondisi normal. Setelah itu, kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
“Seluruh kegiatan tabligh akbar di Islamic Center maupun di Pondok Pesantren As-Salam berjalan aman dan kondusif. Tidak ada aksi lanjutan selama kegiatan berlangsung,” terangnya.
Dua Agenda Keagamaan Tetap Berjalan
Di Kutai Barat, UAS menjalankan dua agenda utama yang sudah terjadwal. Ia mengisi Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak.
Selain itu, UAS juga menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning. Kedua kegiatan tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun sempat diwarnai insiden di awal kedatangan.
Panitia memastikan seluruh rangkaian acara berjalan hingga selesai tanpa gangguan lanjutan di lokasi kegiatan.
Situasi Berangsur Kondusif
Setelah insiden di bandara, aparat memperketat pengamanan di seluruh titik kegiatan. Mereka memastikan tidak ada lagi pergerakan massa yang berpotensi mengganggu jalannya acara.
Beberapa saat setelah rombongan tiba, situasi di Kutai Barat kembali normal. Pengamanan berlapis yang diterapkan aparat membantu menjaga stabilitas keamanan selama kegiatan berlangsung.
Koordinasi antarinstansi juga berjalan efektif sehingga seluruh agenda UAS di Kutai Barat dapat terlaksana dengan aman dan tertib. (Red).
