JAKARTA, BumiSentra.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran daerah dan pemantauan harga pangan di seluruh wilayah.
Inflasi Terkendali, Komoditas Pangan Perlu Diantisipasi
Tito menjelaskan bahwa kondisi inflasi nasional masih berada dalam tingkat yang aman.
Inflasi nasional saat ini berada di kisaran yang aman. Namun, kita tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap komoditas pangan tertentu yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa harga beras menunjukkan perkembangan positif.
“Untuk komoditas beras sudah menunjukkan perbaikan signifikan. Saat ini beras sudah tidak lagi masuk kategori pangan bermasalah,” kata Tito.
Meski demikian, beberapa komoditas perlu perhatian lebih serius.
“Ada beberapa komoditas yang perlu kita antisipasi, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah harus benar-benar memonitor dinamika harga di lapangan,” tegasnya.
Belanja Daerah Lambat, Dampak Ekonomi Belum Maksimal
Tito menyoroti rendahnya realisasi anggaran daerah yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Saat ini masih ada ratusan triliun anggaran daerah yang mengendap di perbankan. Realisasi belanja masih jauh dari optimal. Uang ini seharusnya beredar di masyarakat untuk memperkuat ekonomi,” jelasnya.
Ia meminta kepala daerah segera mengeksekusi anggaran agar manfaatnya langsung terasa oleh masyarakat.
“Saya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk segera mempercepat belanja. Jangan sampai anggaran yang sudah disiapkan tidak memberikan dampak karena terlambat digunakan,” tegas Tito.
Tito juga mengungkap salah satu penyebab perlambatan.
“Banyak kepala daerah baru yang dilantik tahun ini, sehingga penyusunan organisasi dan pejabat struktural memerlukan waktu. Tapi kita tidak boleh menunggu terlalu lama,” jelasnya.
Sinergi Pusat-Daerah Menjadi Kunci
Mengakhiri keterangannya, Tito kembali menekankan pentingnya koordinasi dan kerja bersama.
“Kunci keberhasilan kebijakan nasional adalah sinergi. Kita harus bekerja bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas harga,” tutup Mendagri.
