LEBAK, BumiSentara.com – Suasana penuh doa dan kebersamaan mewarnai kegiatan tahlilan tujuh hari wafatnya almarhum Dani Saeputra yang digelar di Perumahan Sudirman Hill, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga besar almarhum, masyarakat sekitar, serta tokoh agama Ustadz Deden yang memimpin doa bersama dalam kegiatan tahlilan tersebut.
Sejumlah sahabat dan rekan jurnalis juga turut hadir untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di antaranya Ambon selaku Pimpinan Redaksi ArtistikNews, Anex dari Gertak.id, Odih Kodari dari LintasPewarta, Iwan dari CNC, Denis dari JournalMedia, serta Bastian Mazazi dari NHB.
Selain kalangan jurnalis, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis organisasi, di antaranya King Naga, H. Aab Bachtiar, B.A dari ormas RGPI, serta Sukanta dari LPKNI.
Kehadiran berbagai kalangan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus kebersamaan dalam mengenang sosok Dani Saeputra serta memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Tahlilan tujuh hari ini menjadi salah satu tradisi yang dilakukan keluarga sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada almarhum. Dalam kesempatan tersebut, para hadirin bersama-sama membaca tahlil, dzikir, serta doa agar almarhum mendapatkan ampunan dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain menjadi momentum doa bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para sahabat dan rekan kerja almarhum untuk mengenang berbagai kenangan selama almarhum masih hidup. Beberapa rekan jurnalis yang hadir mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Salah satu tokoh agama, Ustadz Deden, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tahlilan tersebut menunjukkan besarnya rasa hormat dan kasih sayang dari orang-orang yang mengenal almarhum.
“Kami melihat banyak sahabat dan rekan kerja yang datang untuk mendoakan almarhum. Ini menunjukkan bahwa semasa hidupnya almarhum Dani Saeputra adalah sosok yang diterima dengan baik di lingkungan masyarakat maupun di kalangan rekan-rekannya,” ujarnya.
Menurutnya, doa bersama seperti ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi cobaan.
Ia juga menambahkan bahwa tradisi tahlilan memiliki makna penting dalam mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, terutama saat menghadapi duka yang dirasakan oleh salah satu keluarga di lingkungan tersebut.
“Selain mendoakan almarhum, kegiatan seperti ini juga memperlihatkan bahwa masyarakat masih menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian. Ketika ada yang berduka, kita hadir untuk saling menguatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Bastian Mmazazi salah satu sahabat almarhum yang turut hadir juga menyampaikan bahwa kenangan bersama almarhum akan selalu diingat oleh rekan-rekannya. Ia menilai almarhum merupakan sosok yang ramah serta mudah menjalin komunikasi dengan siapa saja.
“Setiap pertemuan dengan almarhum selalu penuh kehangatan. Beliau orangnya sederhana dan mudah bergaul. Kami semua tentu merasa kehilangan, namun kami percaya doa-doa yang dipanjatkan malam ini akan menjadi kebaikan bagi beliau,” ungkapnya.
Kehadiran para tamu yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sekitar hingga rekan jurnalis, turut memperlihatkan kedekatan hubungan almarhum dengan lingkungan sekitarnya.
Bagi keluarga, kehadiran para sahabat dan masyarakat yang datang memberikan doa menjadi penguat di tengah suasana duka yang masih dirasakan. Dukungan moral dari berbagai pihak juga menjadi bukti bahwa almarhum memiliki hubungan baik dengan banyak orang selama hidupnya.
Di akhir kegiatan, keluarga almarhum kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan doa bagi almarhum Dani Saeputra.
Keluarga berharap segala doa yang dipanjatkan bersama dapat memberikan ketenangan bagi almarhum serta menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Acara tahlilan berlangsung dengan tertib dan khidmat hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi antara keluarga, sahabat, dan masyarakat yang hadir. (Red)
