Posted in

Warga Kampung Palendeng Gotong Royong Galang Swadaya untuk Pengecoran Jalan Kadu Edan

Warga Kampung Palendeng Gotong Royong Galang Swadaya untuk Pengecoran Jalan Kadu Edan
Warga Kampung Palendeng bergotong royong mengumpulkan material untuk rencana pengecoran Jalan Kadu Edan sepanjang 1.300 meter di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. (Istimewa)
Share

LEBAK, BUMISENTRA.COM Semangat kebersamaan kembali terlihat di Kampung Palendeng, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten. Ratusan warga berinisiatif menghimpun swadaya sebagai langkah awal untuk mewujudkan rencana pengecoran Jalan Kadu Edan sepanjang sekitar 1.300 meter yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Selasa (7/7/2026). 

Gerakan tersebut lahir dari kesepakatan bersama warga yang menginginkan akses jalan lebih layak guna menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Hingga saat ini, proses yang berjalan masih berada pada tahap persiapan dengan fokus utama mengumpulkan material sebagai modal awal sebelum pekerjaan pengecoran dimulai.

Upaya swadaya itu menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka. Melalui budaya gotong royong yang masih terjaga, warga memilih memulai pembangunan dengan kemampuan sendiri sembari berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Warga Sepakat Bangun Jalan Secara Swadaya

Koordinator kegiatan, Agus Kusni, menjelaskan bahwa rencana pengecoran Jalan Kadu Edan merupakan hasil musyawarah masyarakat Kampung Palendeng. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting karena menjadi akses yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagai bentuk komitmen bersama, setiap kepala keluarga berpartisipasi menyumbangkan dua sak semen dan lima kaleng batu split. Hingga saat ini, sekitar 400 kepala keluarga telah menyatakan kesiapannya untuk ikut menyumbangkan material.

Material yang berhasil dihimpun nantinya akan digunakan sebagai bekal awal ketika proses pengecoran mulai dilaksanakan. Warga berharap langkah tersebut dapat mempercepat realisasi pembangunan jalan yang telah lama diharapkan.

“Kami memulai dari kemampuan masyarakat terlebih dahulu. Setiap kepala keluarga berpartisipasi menyumbangkan dua sak semen dan lima kaleng batu split sebagai bentuk kebersamaan untuk membangun jalan di kampung kami,” ujar Agus Kusni.

Menurut Agus, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan jalan tersebut. Tingginya partisipasi warga juga mencerminkan kepedulian bersama terhadap kemajuan Kampung Palendeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *