BUMISENTRA.COM – Tim Nasional Brasil mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia FIFA 2026 pada babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Minggu (5/7) waktu setempat. Hasil itu menjadi kegagalan pertama Selecao terhenti di fase 16 besar sejak Piala Dunia 1990. Senin (6/7/2026).
Meski gagal melangkah ke perempat final, pelatih Carlo Ancelotti menegaskan timnya tidak akan menjadikan hasil tersebut sebagai akhir dari perjalanan. Ia justru melihat kekalahan itu sebagai pijakan untuk memulai proses regenerasi dan membangun kekuatan baru menuju Piala Dunia 2030.
Norwegia mengamankan tiket ke delapan besar berkat dua gol Erling Haaland. Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan tim tersebut mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Ancelotti Langsung Alihkan Fokus ke Evaluasi
Usai pertandingan, Ancelotti mengakui hasil tersebut mengecewakan. Namun, ia menilai Brasil mampu menguasai permainan dalam sebagian besar laga sebelum kehilangan kendali pada momen-momen krusial.
Ia menilai ketajaman Haaland menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim.
“Saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan ini. Kami tahu mereka bisa bermain seperti itu; mereka berusaha menjaga intensitas pertandingan dengan menguasai bola. Kami mengendalikan pertandingan selama 70 menit, tetapi pada akhirnya Haaland menjadi pembeda,” ujar Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu menegaskan proyek yang sedang dibangunnya bersama Brasil tetap berjalan. Ia menyebut kekalahan di Piala Dunia tidak mengubah target jangka panjang yang telah disusun hingga 2030.
Dengan kontrak yang masih berlaku empat tahun lagi, Ancelotti akan memusatkan perhatian pada evaluasi skuad, penyempurnaan pola permainan, serta pencarian pemain yang mampu memperkuat Selecao.
“Kekalahan adalah awal dari sebuah petualangan baru. Kami harus terus berkembang dan menemukan ide-ide baru. Ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah siklus baru,” katanya.
Cedera Mengganggu Persiapan Brasil
Brasil tidak menjalani turnamen dengan kondisi ideal. Sebelum kompetisi dimulai, Ancelotti sudah kehilangan Estevao, Rodrygo, dan Eder Militao yang tidak dapat memperkuat tim.
Saat turnamen berlangsung, Raphinha dan Lucas Paqueta juga mengalami cedera. Situasi itu memaksa tim pelatih beberapa kali mengubah komposisi pemain demi menjaga keseimbangan permainan.
Meski demikian, Ancelotti tetap menilai perkembangan tim menunjukkan arah yang positif. Ia memastikan seluruh jajaran pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bekal menghadapi agenda internasional berikutnya.
Baginya, kekalahan dari Norwegia harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas permainan dan mempercepat proses pembangunan tim.
“Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam bekerja dan mengevaluasi para pemain. Kami akan terus berusaha berkembang dan mencari ide-ide baru, sama seperti yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini. Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam bekerja dan dalam mengevaluasi para pemain,” tegasnya.
Marquinhos Ambil Tanggung Jawab
Kapten Brasil, Marquinhos, memilih mengambil tanggung jawab atas kegagalan timnya melaju ke babak berikutnya. Ia menilai para pemain senior memiliki kewajiban melindungi generasi baru agar dapat berkembang dengan lebih tenang.
Menurutnya, regenerasi membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk para pendukung yang selama ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap tim nasional Brasil.
“Saya yang bertanggung jawab. Saya sebagai kapten, bersama para pemain senior, harus memikul tanggung jawab atas hasil ini agar generasi berikutnya dapat bekerja dengan pikiran yang lebih tenang,” kata Marquinhos.
Ia juga meminta publik memberikan kesempatan kepada tim untuk berkembang dalam empat tahun ke depan.
“Mereka memiliki waktu empat tahun untuk bekerja demi meraih pencapaian besar pada Piala Dunia berikutnya.”
Neymar Sampaikan Pesan Singkat
Kegagalan Brasil juga menghadirkan momen emosional dari Neymar. Seusai pertandingan, penyerang senior itu hanya menyampaikan komentar singkat ketika meninggalkan lapangan.
Pernyataannya memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depannya bersama tim nasional Brasil, meski hingga kini belum ada keputusan resmi terkait karier internasionalnya.
“Saya sudah mencoba, saya sudah mencoba. Sekarang semuanya sudah berakhir. Saya memulai di sini, dan saya mengakhirinya di sini.”
Norwegia Lanjutkan Sejarah di Piala Dunia
Di sisi lain, Norwegia merayakan pencapaian penting setelah berhasil menembus babak perempat final untuk pertama kalinya. Dua gol Erling Haaland menjadi penentu kemenangan sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di turnamen.
Sementara itu, Ancelotti tetap optimistis terhadap masa depan Selecao. Ia menilai timnya telah menunjukkan perkembangan selama satu tahun terakhir dan percaya proses yang sedang berjalan akan membawa Brasil kembali bersaing di level tertinggi.
“Saya pikir pekerjaan yang telah kami lakukan sejauh ini sudah baik. Sepak bola memang seperti ini; terkadang Anda harus mampu menerima kesedihan akibat sebuah kekalahan. Saya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.
Sumber: FIFA.
