Posted in

Munas XVI IPSI Jadi Titik Regenerasi, Prabowo Buka Jalan Kepemimpinan Baru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat membuka Munas XVI IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

JAKARTA, BumiSentra.com – Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan organisasi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara langsung membuka forum tersebut di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum ini, perhatian utama tidak hanya tertuju pada agenda organisasi, tetapi juga pada arah kepemimpinan IPSI ke depan. Prabowo memberi sinyal kuat untuk mendorong lahirnya pemimpin baru.

Dorong Regenerasi dan Pembaruan Organisasi

Prabowo menegaskan pentingnya regenerasi dalam tubuh IPSI. Ia menilai organisasi perlu memberi ruang bagi figur baru agar mampu menjawab tantangan zaman.Ia juga menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi kepemimpinan baru yang lebih segar.

“Alhamdulillah, hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI, karena saya sudah mengembang tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” tegasnya.

Menurutnya, regenerasi bukan sekadar pergantian posisi. Sebaliknya, proses ini harus memperkuat organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia mendorong kader terbaik IPSI untuk tampil dan mengambil peran.

Prabowo menilai IPSI harus beradaptasi dengan perkembangan global. Ia melihat pencak silat memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat internasional.Selain itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan organisasi secara profesional. Dengan manajemen yang kuat, IPSI dapat meningkatkan prestasi sekaligus memperluas pengaruh budaya Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, pemimpin baru harus memiliki visi yang jelas dan kemampuan manajerial yang baik.Dalam kesempatan itu, Prabowo juga merefleksikan perjalanan panjangnya di dunia pencak silat. Ia mengaku telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade.

“Bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan, juga penuh kehormatan, karena kalau dihitung hari ini bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam membangun IPSI. Namun demikian, ia menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memberi kesempatan kepada generasi berikutnya.

Pencak Silat sebagai Kekuatan Budaya

Prabowo menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga. Ia melihatnya sebagai kekuatan budaya yang membentuk karakter bangsa.

“Bagi saya pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, dan nilai moral. Oleh sebab itu, IPSI harus terus menjaga nilai tersebut di tengah modernisasi.Di sisi lain, Prabowo mengingatkan seluruh elemen IPSI untuk menjaga persatuan. Ia menilai soliditas organisasi menjadi kunci keberhasilan di masa depan.

Ia juga mengajak seluruh perguruan pencak silat untuk tetap bersatu dalam satu wadah. Dengan demikian, IPSI dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat. Selain itu, ia berharap Munas ini menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi. Ia ingin IPSI terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Arah Baru IPSI

Munas XVI IPSI kini menjadi titik awal bagi arah baru organisasi. Para peserta diharapkan mampu merumuskan strategi yang relevan dengan perkembangan zaman.Dengan kepemimpinan baru, IPSI diharapkan tidak hanya mencetak prestasi olahraga. Lebih dari itu, IPSI juga harus menjaga warisan budaya dan memperkuat karakter bangsa.

Ke depan, IPSI diharapkan mampu tampil sebagai organisasi modern yang tetap berakar pada nilai tradisi. Dengan langkah tersebut, pencak silat dapat semakin dikenal di tingkat dunia.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *