Posted in

SDN 1 Sukanagara di Lebak Kemalingan, Belasan Komputer Pendukung Belajar Hilang

SDN 1 Sukanagara di Lebak Kemalingan, Belasan Komputer Pendukung Belajar Hilang
Ilustrasi foster Kondisi SDN 1 Sukanagara di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, setelah pelaku membawa kabur 15 unit komputer sekolah. (Istimewa) AI.
Share

LEBAK, BUMISENTRA.COM  Aksi pencurian kembali menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Lebak. Pelaku diduga membobol SDN 1 Sukanagara yang berada di Kampung Bengkok, Desa Sukanagara, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Kamis malam menuju Jumat, 4–5 Juli 2026.

Pelaku membawa kabur 15 unit komputer yang selama ini menunjang aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kebutuhan pendidikan siswa.

Begitu mengetahui kejadian itu, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian. Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Muncang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku Diduga Masuk Melalui Jalur Belakang Sekolah

Pihak sekolah pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat memeriksa kondisi lingkungan sekolah pada pagi hari. Saat pengecekan berlangsung, sejumlah ruangan terlihat berbeda dari kondisi sebelumnya sehingga menimbulkan kecurigaan.

Selanjutnya, petugas sekolah memeriksa sejumlah ruangan dan inventaris pendidikan. Dari pemeriksaan awal tersebut, mereka menemukan beberapa perangkat komputer sudah tidak lagi berada di tempat penyimpanan.

Kepala SDN 1 Sukanagara, Sutihat, menyampaikan dugaan awal mengenai jalur yang digunakan pelaku untuk masuk ke area sekolah.

“Kami menduga pelaku masuk melalui jalur gerbang belakang sekolah dan mengambil 15 unit komputer yang berada di lingkungan sekolah. Pelaku masuk ke ruang kepala sekolah yang saat itu kebetulan digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan komputer,” ujar Sutihat.

Berdasarkan pendataan sementara, sekolah mencatat sebanyak 15 unit komputer hilang dari area sekolah. Selama ini, sekolah memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan.

Selain membantu proses belajar mengajar, komputer tersebut juga menunjang kegiatan administrasi serta aktivitas lain yang berkaitan dengan penggunaan teknologi di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *