PALEMBANG, BumiSentra.com – Penguatan literasi di Sumatra Selatan terus berjalan melalui berbagai program pembelajaran. Program ini fokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, bukan hanya membaca teks. Sabtu (18/4/2026).
Fokus Pemahaman Bacaan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya soal membaca, tetapi juga memahami isi bacaan.
“Banyak yang membaca, tetapi tidak memahami. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.
Ia menilai literasi harus menguat pada kemampuan siswa dalam memahami dan mengolah informasi. Hal ini penting agar pembelajaran lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa guru perlu mengaitkan pembelajaran bahasa Indonesia dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, siswa lebih mudah memahami materi. Guru juga didorong menghadirkan pembelajaran yang lebih praktis, bukan hanya teori.
200 Siswa Ikuti Pelatihan Literasi
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Selatan, Desi Ari Pressanti, menjelaskan bahwa 200 siswa SMP dari Kabupaten Ogan Ilir mengikuti pelatihan membaca cepat.
Guru pendamping juga mendapat pembekalan untuk memperkuat pendampingan literasi di sekolah.
“Setelah kegiatan ini, akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan untuk melihat perkembangan kemampuan literasi siswa dan menentukan langkah tindak lanjut,” jelasnya.
Balai Bahasa juga menjalankan program serupa untuk 200 siswa SD dalam mengulas buku, serta 200 siswa SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam membaca kritis.
Tantangan di Lapangan
Dalam dialog bersama guru, muncul sejumlah kendala pendidikan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan listrik, akses internet, dan sarana belajar di daerah terpencil.
Kondisi ini masih menjadi tantangan dalam pemerataan kualitas pendidikan di daerah.
Dorongan Digitalisasi Pendidikan
Menanggapi hal tersebut, Wamendikdasmen menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat program digitalisasi sekolah. Pemerintah juga menyediakan perangkat pembelajaran untuk mendukung proses belajar.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait revitalisasi pendidikan dan percepatan digitalisasi sekolah.
Peran Guru Diperkuat
Guru juga diminta terus berinovasi dalam pembelajaran literasi. Siswa diharapkan tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi teks secara mendalam.
Selain itu, siswa perlu mampu menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan kemampuan berbahasa Indonesia di Sumatra Selatan.
Sumber: kemendikdasmen.go.id

