Diplomasi Pupuk RI Menguat, India Siap Impor Urea Jika Surplus Terpenuhi

JAKARTA, BumiSentra.com – Upaya diplomasi ekonomi Indonesia di sektor pertanian terus menunjukkan hasil positif. Kali ini, India menyatakan ketertarikannya untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Jumat (17/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama bilateral, sekaligus membuka peluang ekspor pupuk Indonesia ke pasar global.
Diplomasi Pupuk Jadi Strategi Baru

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India memiliki fondasi kuat yang dapat dikembangkan lebih jauh dalam sektor pertanian.

“India adalah negara yang penting bagi Indonesia secara kultur, kita punya kesamaan. Kemudian dalam perdagangan antar dua negara juga signifikan, banyak barang dari India dan produk kita juga banyak ke sana,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat hubungan antarnegara.

Skema Ekspor Berdasarkan Surplus

Dalam diskusi tersebut, pemerintah Indonesia membuka peluang ekspor pupuk urea dengan syarat utama terpenuhinya kebutuhan domestik.

“Indonesia akan mengutamakan kepentingan atau kebutuhan publik di dalam negeri. Setelah kita hitung semua, ada excess atau kelebihan sekitar satu setengah juta ton yang bisa kita ekspor,” jelas Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa ekspor akan dilakukan secara terukur melalui mekanisme antar pemerintah atau Government to Government (G2G).

“Pada prinsipnya, pemerintah Indonesia siap untuk ekspor urea ke India, tentunya dengan perhitungan jumlah, waktu, dan mekanisme yang akan dibahas lebih lanjut secara detail,” katanya.

India Siap Menjadi Mitra Strategis

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyampaikan optimisme terhadap peluang kerja sama tersebut.

“Kami sangat senang dapat berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk kerja sama di sektor pertanian dan hubungan bilateral antara India dan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa potensi kerja sama ini didukung oleh perbedaan siklus musim tanam antara kedua negara.

“Jika ada surplus, kami akan sangat senang untuk membelinya melalui mekanisme kerja sama antar pemerintah (G2G),” tegasnya.

Momentum Ekonomi di Tengah Krisis

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia justru memiliki peluang untuk memperluas pasar ekspor pupuk. Hal ini didukung oleh kondisi produksi yang stabil dan kebutuhan global yang meningkat.

“Kami melihat bagaimana produktivitas pertanian di Indonesia meningkat, dan kami membahas bagaimana kami dapat mendukung hal tersebut,” kata Chakravorty.

Sementara itu, Sudaryono menegaskan bahwa kondisi ini tidak akan mengganggu ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.
“Ini membuktikan bahwa kita punya ketahanan pupuk di tengah situasi krisis. Kondisi pupuk kita kuat di Indonesia,” ujarnya.

Jaminan untuk Petani Indonesia

Pemerintah memastikan bahwa seluruh kebijakan ekspor akan tetap berpihak pada petani dalam negeri.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani bahwa pupuk kita cukup, bahkan berlebih. Tidak perlu cemas karena kondisi ini tidak terpengaruh oleh situasi global,” tegas Sudaryono.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas dalam negeri, tetapi juga memperluas pengaruhnya di sektor pertanian global.

Ke depan, kerja sama dengan India diperkirakan akan semakin konkret setelah pembahasan teknis antara kedua negara selesai dilakukan.
Keterangan Foto: Wamentan Sudaryono menerima Duta Besar India untuk Indonesia dalam pertemuan membahas kerja sama ekspor pupuk urea dan penguatan hubungan bilateral.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *