Posted in

Doa Lintas Agama Warnai Pembukaan HUT Ke-81 RI, Lebih dari 100 Ribu Jemaah Hadiri Zikir Kebangsaan

Redaksi, Bumi Sentra
Tokoh lintas agama memimpin doa pada Zikir dan Doa Kebangsaan HUT Ke-81 RI di Monas.
Umat lintas agama mengikuti rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Minggu (2/8/2026). Foto: Youtube Sekretariat Presiden.

JAKARTA, BUMISENTRA.COM – Semangat persatuan dalam keberagaman mewarnai pembukaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, dengan menghadirkan lebih dari 100.000 jemaah serta tokoh-tokoh lintas agama yang bersama-sama memanjatkan doa untuk Indonesia.

Tokoh Enam Agama Panjatkan Doa untuk Indonesia

Panitia mengawali doa kebangsaan dengan melibatkan enam pemuka agama. Masing-masing memimpin doa sesuai keyakinannya sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus harapan bagi masa depan bangsa.

Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty memimpin doa umat Kristen Protestan. Selanjutnya, Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. memimpin doa umat Katolik.

Kemudian, Pinandita Gede Pastika memimpin doa umat Hindu. Bhikku Bhadranatha, Thera memimpin doa umat Buddha. Setelah itu, Xs. Budi S. Tanuwibowo memimpin doa umat Konghucu. Rangkaian doa lintas agama ditutup oleh H. Husni Ismail untuk umat Islam.

Seluruh doa tersebut mencerminkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa Indonesia tetap damai, bersatu, dan mampu mewujudkan cita-cita nasional.

Menag Tekankan Persatuan dalam Mengisi Kemerdekaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan zikir, doa, dan pengabdian sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual, akhlak yang baik, serta kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan sebagai modal utama dalam membangun Indonesia.

Monas Dipenuhi Puluhan Ribu Jemaah

Pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional sebagai pembuka rangkaian HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari 100.000 jemaah menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah dan latar belakang agama.

Panitia membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Muhammad Zian Fahrezi, Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, membacakan Surat Ar-Rahman ayat 1 sampai 14.

Rangkaian tersebut menjadi momen refleksi untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

Selawat Kebangsaan Lengkapi Rangkaian Acara

Setelah doa lintas agama, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Selawat Kebangsaan bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas.

Sebelum acara utama dimulai, panitia terlebih dahulu menggelar pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti. Kemudian, Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA memimpin Doa Khotmil Qur’an.

Sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih serta tokoh lintas agama turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembukaan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sumber Artikel

  • Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Rilis resmi Zikir dan Doa Kebangsaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (1/8/2026).
Bagikan