LEBAK, BUMISENTRA.COM – Ditreskrimum Polda Banten terus mengusut laporan dugaan penculikan dan pengeroyokan yang disampaikan Fam Fuk Tjhong alias Uun. Tim penyidik melakukan pendalaman dengan mengumpulkan alat bukti, meminta hasil visum et repertum, serta memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui dugaan peristiwa tersebut.
Kasus yang terjadi di Kabupaten Lebak itu masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka karena masih menguji seluruh fakta yang berkaitan dengan laporan tersebut.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penculikan maupun pengeroyokan terhadap Uun.
Uun Laporkan Dugaan Peristiwa ke Polda Banten
Fam Fuk Tjhong alias Uun menyampaikan laporan dugaan tindak pidana melalui SPKT Polda Banten pada Minggu (19/7/2026).
Petugas mencatat laporan tersebut dengan Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN.
Dalam laporan itu, Uun menjelaskan dugaan peristiwa terjadi di Kampung Babakan Pulo RT 005/RW 004, Kelurahan Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Setelah menerima laporan, penyidik Ditreskrimum Polda Banten langsung mencari informasi terkait kronologi kejadian dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum menentukan tersangka.
Ketua DPRD Lebak Tegaskan Bantahan
Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari menggelar konferensi pers di Gedung DPRD Kabupaten Lebak pada Senin (20/7/2026).
Ia menghadiri kegiatan tersebut bersama kuasa hukumnya, Dr. (HC). Acep Saepudin.
Dalam keterangannya, dr. Juwita membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan penculikan maupun pengeroyokan terhadap Uun.
“Saya tegaskan kabar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyuruh orang maupun kelompok orang untuk melakukan tindakan kekerasan tersebut,” ujar dr. Juwita Wulandari.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sempat menerima pesan WhatsApp dari Uun sebelum dugaan kejadian berlangsung. Namun, dr. Juwita mengatakan dirinya hanya membicarakan pesan tersebut bersama suaminya dan tidak menyampaikan kepada pihak lain.
Selain itu, ia juga membantah pernah menghubungi organisasi kemasyarakatan yang disebut berkaitan dengan dugaan peristiwa tersebut. Meski begitu, dr. Juwita mengakui dirinya merupakan pengurus salah satu organisasi kemasyarakatan.






